Tuesday, 22 July 2014

Satu HATI, Cintai Lingkungan


Oleh: Firda Amalia H

Meningkatnya jumlah volume kendaraan tentu meningkatkan pula resiko pencemaran udara karena gas buang yang dihasilkannya. PT. Astra Honda Motor sebagai penyumbang jumlah kendaraan bermotor terbesar di Indonesia telah menunjukkan kepeduliannya terhadap upaya minimalisasi pencemaran udara. Astra Honda Motor sebagai pelopor produk berteknologi injeksi ramah lingkungan.
PT. Astra Honda Motor mengeluarkan sebuah teknologi yang bernama PGM FI. PGM FI adalah singkatan dari Programmed Fuel Injection, merupakan teknologi ramah lingkungan yang terdapat pada motor injeksi Honda. Injeksi/PGM FI adalah teknologi kontrol secara elektrolit yang mampu memasok bahan bakar secara optimum yang dibutuhkan oleh mesin pada setiap kendaraan. Sementara itu, untuk saat ini PT. Astra Honda Motor merupakan satu-satunya perusahaan kendara bermotor di Indonesia yang seluruh produk kendaraanya telah menggunakan mesin injeksi atau Teknologi PGM FI.
Mengapa PGM FI sangat ramah terhadap lingkungan? Karena mesin injeksi Honda memiliki emisi gas buang yang rendah. Teknologi PGM-FI dikendalikan secara elektronik untuk memasok bahan bakar dan oksigen secara tepat sesuai kebutuhan mesin di setiap keadaan. Sistem injeksi ini mengandalkan peran berbagai komponen sensor yang mengirimkan sinyal informasi ke pusat kontrol mesin EMC (Engine Control Module), yang kemudian memberikan sinyal perintah ke komponen keluaran di dalam mesin untuk menghasilkan tenaga optimal secara efisien dengan emisi yang ramah lingkungan.

Teknologi Ramah Lingkungan terdiri dari komponen:
1.              Cylinder Com:  mudah didaur ulang dan dimanfaatkan. Berbahan aluminium karena lebih ringan.
2.              Kanvas Rem dan Kanvas Kopling berbahan Non-absestos.

Ada 7 keunggulan PGM FI, diantaranya ialah:
1.                     Irit bahan bakar
2.                     Tenaga lebih optimal
3.                     Emisi gas buang yang rendah (ramah lingkungan)
4.                     Mesin mudah dihidupkan
5.                     Mudah perawatan
6.                     Menggunakan bahan bakar premium
7.                     Akselerasi lebih responsive

Dengan 7 keunggulan dari teknologi ramah lingkungan PGM FI menjadikan produk Astra Honda Motor paling banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Teknologi PGM FI merupakan teknologi terbaik dan paling ramah lingkungan. Ayo, jangan ragu untuk memiliki Honda PGM FI. Satu HATI, Cintai Lingkungan.

Saturday, 19 July 2014

Implementasi Safety Riding di SMA Negeri 1 Sungguminasa


Oleh: Firda Amalia H

Dalam bahasa Inggris, safety berarti keselamatan; keamanan, sedangkan riding berarti mengendarai. Jadi, safety riding dapat diartikan sebagai keselamatan berkendara. Dengan kata lain, safety riding merupakan suatu cara selamat dan aman berkendara, tertib berlalu lintas dan meminimalisasi kecelakaan yang terjadi. Safety riding merupakan salah satu program dari Kepolisian Republik Indonesia berkerjasama dengan PT. Astra Honda Motor sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas di jalan raya.

Budaya disiplin berlalu lintas di jalan raya perlu ditanamkan dalam diri masyarakat. Sebagai makhluk sosial tentunya kita memiliki kepekaan terhadap keselamatan orang-orang yang berada di sekitar kita. Bukan hanya orang dewasa, bahkan anak yang di bawah umur (dibawah 18 tahun) juga memiliki partisipasi tinggi dalam keselamatan berlalu lintas. Namun, sering kali mereka menghiraukan ketertiban dan keamanan dalam berlalu lintas. Sehingga tidak jarang ditemui kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh masyarakat. Sangat diperlukan binaan safety riding untuk menanggulangi kasus kecelakaan yang terjadi.
Kunjungan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Gowa bekerja sama dengan PT. Astra Honda Motor wilayah Sulawesi Selatan pada hari Senin, 3 Maret 2014 di SMA Negeri 1 Sungguminasa merupakan satu langkah sebagai perwujudan informasi yang disampaikan dalam keselamatan berlalu lintas di jalan raya. Kasat Lantas yang pada hari itu berperan sebagai inspektur upacara mengingatkan pelajar yang merupakan pelopor keselamatan berlalu lintas untuk selalu menjaga keamanan, ketertiban, dan kelacaran lalu lintas bagi dirinya sendiri maupun orang lain dan lingkungannya.
Untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan berlalu lintas khususnya untuk anak yang masih di bawah umur  maka dibentuklah Patroli Keamanan Sekolah (PKS) di tiap-tiap sekolah pilihan. Sekolah yang mendapatkan kesempatan emas tersebut dipercayakan untuk menerapkan safety riding di sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Sungguminasa yang terpilih menjadi salah satu sekolah binaan safety riding.
Implementasi safety riding ini tentu saja tidak lepas dari partisipasi siswa dan masyarakat. Adanya kerja sama yang terjalin menjadikan satu program dapat berjalan dengan lancar. Tentu saja partisipasi ini dilandasi agar tercipta keamanan dan keselamatan saat berlalu lintas.
Untuk merealisasikan suatu keamanan dan kenyamanan dalam berlalu lintas tentulah dibutuhkan partisipasi dari berbagi pihak. Jika kita menerawang, Aparatur Kepolisian merupakan pihak yang paling bertanggung jawab terhadap ketertiban lalu lintas. Tanpa kita sadari, kesadaran masyarakatlah yang menjadi faktor utama dalam menciptakan keselamatan di dalam berlalu lintas.


Di sekolah binaan safety riding, adapun pihak yang terlibat dalam implementasi safety riding adalah kepala sekolah, guru, staf sekolah, serta siswa yang menggunakan kendaraan ke Sekolah, anggota Patroli Keamanan Sekolah selaku penertib lalu lintas di lingkungan sekolah serta satpam dan/atau tukang parkir sekolah. Dengan kata lain, semua pihak yang berada di lingkungan Sekolah turut berpartisipasi dalam mewujudkan kenyamanan serta keamanan berkendara di Sekolah.
Untuk berkendara yang aman dan selamat hendaknya memenuhi kelengkapan komponen safety riding. Khusus bagi kendaraan beroda dua, kelengkapan tersebut diantaranya: helm SNI, jaket, celana panjang, sepatu, sarung tangan, pelindung lutut, rompi pelindung dada dan penutup hidung. Pastikan semuanya aman dan nyaman dipakai sehingga tidak ada kendala.
Saat ini, sudah banyak sekolah di Indonesia yang menjadi Sekolah Binaan Safety Riding, diantaranya adalah SMA Negeri 1 Sungguminasa. Salah satu cara implementasi safety riding di Sekolah binaan tersebut yaitu dengan membentuk Patroli Kemanan Sekolah (PKS). Patroli Keamanan Sekolah merupakan salah satu ekstakurikuler yang dinaungi oleh kepolisian dan terbentuk sejak 5 Mei 1965. Anggota PKS dipilih setelah melewati masa pendidikan minimal 12 kali masa latihan (3 bulan). Para siswa yang dinyatakan lulus akan dilantik oleh inspektur upacara pada saat penutupan yang dimaksud inspektur upacara adalah bapak Gubernur atau Kapolda atau yang mewakili. Pada waktu pelantikan setelah salah satu dari peserta didik mendapatkan penyematan tanda PKS (Lencana) dan diterimanya kelengkapan lainnya serta piagam tanda lulus maka semua anggota yang mengikuti kegiatan pendidikan telah syah menjadi anggota PKS.

Patroli Keamanan Sekolah bertugas untuk mengatur lalu lintas lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar sekolah, terutama pada saat menyebrangkan siswa-siswi yang akan menuju kesekolah maupun yang akan meninggalkan sekolah. PKS juga dapat bertugas ditempat-tempat lain yang sedang melaksanakan kegiatan sekolah, umpamanya pada saat kegiatan Porseni, menyambut perayaan hari-hari besar dan kegiatan lainnya. Walaupun semata-mata PKS bertugas untuk kawan-kawan se-sekolahnya, dibenarkan juga kalau mereka melaksanakan tugasnya terhadap pemakai jalan lain, seperti menyebrangkan siswa-siswi dari sekolah lain. Orang lanjut usia atau siapa saja yang ada di tempat itu dan memerlukan pertolongan, bahkan anggota PKS pun bisa membantu tugas para Polisi yang ada dijalan.Oleh karena itu, Patroli Keamanan Sekolah merupakan wujud realisasi dari implementasi safety riding.
Sebagai wujud lain dari implementasi safety riding, adapun hal yang diperhatikan siswa saat berkendara ke sekolah adalah sebagai berikut:
1.      Wajib menggunakan helm SNI
2.      Membawa STNK dan Kartu Identitas (SIM/Kartu Pelajar)
3.      Sepeda motor yang digunakan harus Kaca Spion yang lengkap dan Knalpot standar sesuai Ketentuan Perundangan yang berlaku
4.      Kecepatan sepeda motor saat memasuki lingkungan Sekolah maksimum 10 km/jam
5.      Diharapkan tidak membawa kendaraan roda empat ke sekolah
6.      Mematuhi rambu-rambu yang ada di sekolah
-          Parkir kendaraan sesuai tempatnya
-          Tidak memarkir kendaraan di tempat parkiran Guru, Tamu atau Mobil
-          Parkir kendaraan sesuai kedatangan
-          Tidak memarkir kendaraan keluar dari garis parkir yang ditentukan
-          Tidak memarkir kendaraan pada jalur keluar/masuk kendaraan
Diantara sekian banyak sekolah yang ada di Indonesia, hanya beberapa sekolah saja yang menjadi sekolah binaan safety riding. SMA Negeri 1 Sungguminasa merupakan satu-satunya sekolah di Kabupaten Gowa yang terpilih menjadi sekolah binaan safety riding. Sekolah tersebut dipilih oleh Pemerintah Daerah maupun Kapolda. Ada perbedaan SMA Negeri 1 Sungguminasa sebelum dan setelah menjadi Sekolah Binaan Safety Riding. Salah satu anggota Satlantas Polres Gowa, Muh. Naim yang juga merupakan Pembina PKS SMA Negeri 1 Sungguminasa saat diwawancarai mengatakan, “SMA Negeri 1 Sungguminasa merupakan sekolah binaan Polres Gowa yang bermitra dengan PT. Astra Honda Motor. Kegiatan ini sangat bernilai positif. Setelah diterapkan safety riding, anak-anak sekolah lebih patuh berlalu lintas, memakai helm di saat pergi dan pulang sekolah dan sudah semakin sadar akan pentingnya keselamatan berkendara.”
Implementasi safety riding pada sekolah binaan safety riding dapat dilihat dari berbagai aspek. Misalnya, pada sekolah binaan safety riding terdapat rambu-rambu lalu lintas sebagai pedoman bagi pengunjung sekolah. Rambu-rambu tersebut diantaranya: tanda masuk dan tanda keluar bagi kendaraan, tempat parkiran serta tanda dilarang parkir. Terdapat pula papan peringatan safety riding. Selain kelengkapan rambu-rambu, setiap pagi di hari sekolah juga ada siswa yang merupakan anggota PKS yang melakukan patroli. Dengan seragam yang lengkap, polisi cilik tersebut mengatur ketertiban lalu lintas di area sekolah. Seperti ungkap Ketua OSIS SMA Negeri 1 Sungguminasa, Muh. Arqam Qadafi yang mengatakan, “Perbedaannya sangat jelas terutama di bidang rambu-rambu lalu lintas. Sebelum ada safety riding, semua parkir bebas. Namun, setelah adanya safety riding, siswa dapat mengetahui dimana parkiran siswa, guru dan tamu.”
Tempat parkir pada sekolah binaan safety riding sangat tertata dengan rapi. Di SMA Negeri 1 Sungguminasa terdapat tiga tempat parkir, yakni tempat parkir guru, tempat parkir siswa, serta tempat parkir tamu.
Terdapat perbedaan di SMA Negeri 1 Sungguminasa sebelum dan sesudah menjadi sekolah binaan safety riding. Setelah diadakan implementasi safety riding di SMA Negeri 1 Sungguminasa, Siswa menjadi lebih paham akan pentingnya keselamatan berkendara di jalan raya.


Monday, 14 July 2014

Pengalaman AHMBS 2015


Oleh: Firda Amalia H

Apa sih AHMBS itu?
Program ini merupakan salah satu program kerja tahunan PT. Astra Honda Motor yang berpilar di Pendidikan. AHMBS untuk pertama kalinya dilaksanakan pada tahun 2002 dengan nama Honda Best Students (HBS) lalu berganti nama menjadi Astra Honda Motor Best Students (AHMBS). Sejak tahun 2002, Honda mengadakan AHMBS di tahun-tahun berikutnya hingga pada tahun ini, Tahun 2014, pelaksanaan AHMBS memasuki tahun ke-12.

Apa Tujuan AHMBS?
AHMBS mempunyai tujuan untuk memperkenalkan produk sepeda motor Honda dan perusahaan PT. Astra Honda Motor. Selain hal tersebut, AHMBS bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada siswa-siswa berprestasi di seluruh Indonesia.

Bagaimana Cara Mengikuti AHMBS?
Untuk mengikuti AHMBS bukanlah persoalan yang mudah. Terdapat berbagai syarat-syarat diantaranya:
- Siswa kelas X dan XI SMA/SMK/MA/Sederajat
- Siswa berprestasi minimal 5 besar di sekolah
- Berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik
- Aktif di berbagai kegiatan sosial dan organisasi
- Mempunyai peran aktif dalam di lingkungan masyarakat maupun ide untuk diimplementasikan dan dikembangkan atau melakukan suatu penelitian ilmiah yang dituangkan ke dalam bentuk softcopy maupun video
Jika telah memenuhi syarat tersebut, barulah dapat mendaftarkan diri di cabang PT. Astra Honda Motor wilayah daerah masing-masing untuk melakukan seleksi tahap regional. Setelah melalui seleksi tahap regional di Main Dealer kota masing-masing, barulah tiap-tiap pemenang dikirim untuk mengikuti seleksi tahap nasional. Seleksi tahap nasional AHMBS dari tahun ke tahun diselenggarakan di Jakarta.

Apa Sajakah Kegiatan AHMBS?
AHMBS 2014 dilaksanakan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta pada tanggal 16-20 Juni 2014. Mengenai kegiatan AHMBS 2014, saya ingin sedikit berbagi pengalaman saat menjadi peserta AHMBS 2014 di Hotel Grand Cempaka kemarin.

Pada hari pertama (16/06/14), para peserta AHMBS tiba di Hotel Grand Cempaka antara pukul 11.00-13.30 WIB. Setelah tiba di Hotel peserta langsung menuju Ballroom Hotel untuk melakukan registrasi, makan siang dan pemeriksaan medis khusus untuk para peserta yang memiliki penyakit tertentu. Pukul 13.30-14.40 WIB dilakukan opening, company profile dan AHMBS introduction oleh Panitia Pelaksana. Lalu pada pukul 14.40-15.00 WIB dilanjutkan dengan sharing alumni. Alumni yang menceritakan pengalamannya saat itu adalah Gracia yang merupakan alumni AHMBS 2006. Peserta istirahat, coffee break dan shalat bagi yang muslim antara pukul 15.00-15.30 WIB. Selanjutnya di pukul 15.30-17.00 WIB ada Ice Breaking, Grouping dan Sharing SIM. Para peserta dibagi menjadi 7 grup yang beranggotakan 9-10 orang. Nama grup diambil dari nama merek sepeda motor Honda. 17.30-18.00 WIB diadakan pembagian kamar hotel lalu check in. Setiap kamar diisi oleh dua orang peserta. Setelah check in di kamar masing-masing serta beristirahat, shalat bagi yang muslim dan makan malam, peserta kembali ke Ballroom Hotel pada pukul 19.00 WIB untuk mendengarkan Sharing Rem Part. Kegiatan terakhir di hari pertama adalah workshop dari Saung Angklung Mas Udjo. Para peserta diajarkan cara membuat dan memainkan alat musik angklung.
Pada hari kedua (17/06/14), peserta bersiap-siap dan sarapan pukul 05.00-06.00 WIB. Peserta menuju Plant 3 Cikarang menempuh waktu selama 2 jam. Pukul 08.00-09.00 WITA diadakan welcoming dan opening ceremony oleh Direktur PT. Astra Honda Motor. Selanjutnya peserta melakukan foto bersama di Depan Lobi Plant 3. Pukul 10.00-12.00 WIB peserta melakukan Plant Tour 3A melihat proses pembuatan motor Honda Beat lalu dilanjutkan dengan simulasi safety riding. Setelah makan siang dan ISHOMA selama satu jam, dilanjutkan dengan product knowledge for student pada pukul 13.00-15.15 WIB. Peserta kembali ke Hotel Grand Cempaka dan menempuh perjalanan antara pukul 15.15-17.15 WIB. Setelah tiba di Hotel, peserta diberi waktu untuk beristirahat dan makan malam sampai pukul 19.00 WIB. Kegiatan di malam harinya dilanjutkan dengan sharing MAPIN dan workshop dari Iwan Setyawan penulis novel national best seller, 9 Summer 10 Autumns ‘Dari Kota Apel ke The Big Apple’.
Seperti halnya dengan hari kedua, pada hari ketiga (18/06/14), peserta bersiap-siap dan sarapan pukul 05.00-06.00 WIB. Kemudian melakukan perjalanan menuju panti SOS Village di Cibubur selama 1½ jam. Pukul 07.30-09.00 dilakukan ceremony di SOS Village. Kegiatan berbagi dilakukan di SOS selama pukul 09.00-11.00 WIB. Setelah melakukan kegiatan, peserta makan siang dan istirahat sampai pukul 12.00 WIB.  Peserta AHMBS 2014 melanjutkan perjalanan ke PP IPTEK, Taman Mini Indonesia Indah dan tiba pukul 12.30 WIB. Peserta diberi kesempatan berjelajah di PP IPTEK sampai pukul 15.30 WIB. Peserta menuju AHM Sunter pada pukul 15.30 WIB dan tiba pukul 17.30 WIB. Sesampainya di AHM Sunter peserta istirahat, makan malam dan melaksanakan shalat maghrib bagi yang beragama islam terlebih dahulu sebelum kegiatan art appreciation, yang berupa nonton bersama film ‘Di Timur Matahari’. Peserta kembali ke Hotel Grand Cempaka pukul 20.30 WIB dan tiba pukul 21.00 WIB. Kegiatan terakhir di hari ketiga yaitu tukar kado khas daerah masing-masing di Hotel Grand Cempaka.
Pada hari keempat (19/06/14) peserta bersiap-siap dan sarapan pukul 06.00-07.00 WIB untuk menuju Dufan. Peserta tiba di Dufan pukul 08.00 WIB dan berekreasi bersama sampai pukul 14.00 WIB. Setelah itu kembali ke hotel dan persiapan untuk gala dinner dan graduation night pukul 15.00-17.45 WIB. Dan acara puncak pada hari itu yakni pukul 17.45-21.30 WIB adalah gala dinner, graduation night serta closing ceremony. Pada malam graduation night yang menjadi MC adalah salah satu artis Ibu Kota, Gracia Indri. Di malam tersebut juga diumumkan pemenang atau disebut Best of The Best Student AHMBS 2014. Ada juga penampilan dari Boy Band 5 Romeo yang membuat peserta larut dalam suasana gembira. Setelah rangkaian acara tersebut, peserta saling rangkul dan menyanyikan lagu ‘Kemesraan’ sebagai lagu perpisahan.
Hari terakhir (20/06/14), peserta sarapan pukul pukul 06.00-07.00 WIB. Setelah itu, persiapan untuk check out dan kemudian pengantaran ke Bandara Internasional Soekarno Hatta antara pukul 08.00-12.00 WIB.

Itulah kegiatan AHMBS 2014 di Jakarta. Sangat padat. Namun, peserta diajarkan bagaimana disiplin waktu dan mendapatkan sangat banyak pengalaman, pengetahuan dan tentunya kawan baru dari seluruh Nusantara.

Tuesday, 1 July 2014

Dari Ruang BK ke Grand Cempaka


Assalamualaikum…
Alhamdulillah bisa kembali posting di blog ku yang “unyu” ini. Kali ini aku akan berbagi pengalamanku sehingga bisa mengikuti AHMBS 2014 beberapa waktu yang lalu. Begini ceritanya…

Pagi itu saat kelas sedang berlangsung, aku mendapatkan telepon dari Pak Syakri, Pembina OSISku. Ia memintaku untuk menemuinya di ruangannya saat itu juga. Setelah berbincang singkat melalui gelombang telepon, aku memohon izin pada guru meninggalkan kelas untuk menuju Ruang BK. Setelah ditanyai alasan, akhirnya guru yang memberikan materi di kelasku memberiku izin untuk menemui Pembina OSIS di Ruang BK.
Ruang BK kala itu tengah ramai dikunjungi. Beberapa “bad boys” yang namanya tenar di Sekolahku itu kembali mendapat panggilan. Entah kerusuhan apa lagi yang mereka perbuat sehingga memaksa hitam di atas putih memanggilnya. Namun tujuanku ke ruangan tersebut bukanlah untuk kerusuhan itu.
Aku duduk di hadapan Pembina OSISku. Ia mengambil kertas berwarna hijau dari atas mejanya. Sembari menawarkan beberapa lembar kertas tersebut, ia bercerita sedikit tentang asal mula kertas itu sampai di mejanya. Aku membaca sampulnya. Sedikit terkejut dan juga sedikit heran. “AHMBS 2014”, itulah kata yang terlontar dari mulut kecilku.
Lomba Karya Tulis Ilmiah. Begitulah aku mendefinisikannya. Pak Syakri memintaku mengikuti lomba tersebut. Aku memang senang menulis, tapi untuk sebuah karya ilmiah, bukanlah perkara yang mudah. Aku belum sekalipun membuat karya ilmiah sendirian. Terakhir aku menyusun karya ilmiah pada saat duduk di bangku kelas IX bersama teman kelompok Bahasa Indonesiaku. Dengan bekal yang seminim itu, mana mungkin aku bisa membuat karya ilmiah untuk dipertandingkan se-Provinsi.
Aku menghubungi Contact Person yang tertera di kertas itu. Kak Herman, begitu saya menyebutnya. Aku menyodorkan berbagai pertanyaan melalui pesan singkat. Tentang metode penulisan, tema, batas akhir pengumpulan dan hal-hal lain yang perlu kuketahui. Walaupun saat itu aku masih saja belum yakin untuk mengikuti ajang tersebut.
Aku mencari seseorang yang menurutku lebih pantas mengikuti lomba bergengsi ini. Setelah berbincang dengan teman sekolahan yang telah mengikuti lomba karya ilmiah sebelumnya, akhirnya aku mendapat satu nama untuk didaftarkan. Ia adalah Asti Inayati Maghfira anak XI IPA 9.
Beberapa hari kemudian, aku berjumpa kembali dengan Asti. Menanyakan kematangan persiapannya mengikuti lomba tersebut. “Bingung dengan tema” dan “banyak kesibukan” merupakan dua alasannya membatalkan diri ikut di kompetisi ini.
Tanggal 20 Mei 2014, kala aku, Asti dan tiga rekan kami lainnya mengikuti lomba mading di salah satu universitas swasta yang berada di Makassar. Aku mendapat pesan singkat dari Kak Herman, ia menanyakan siapa perwakilan sekolah kami untuk lomba tersebut. Dengan memberanikan diri, aku memberikan nama lengkapku sebagai balasan atas pesan singkat tersebut.
Sadar akan tidak mudahnya tantangan tersebut, aku mulai banyak melemparkan Tanya kepada orang-orang yang telah senior membuat sebuah karya ilmiah berbentuk penelitian. Bu Aulia dan Bu Fira adalah dua guru BK yang hampir tiap hari aku temui untuk berkonsultasi masalah ini. Berkat dorongan dan motivasinya, serta usulan tema dari Wakasek, Pak Amin, akhirnya aku menyusun sebuah karya ilmiah yang berjudul “Implementasi Safety Riding di SMA Negeri 1 Sungguminasa”.
Program Safety Riding yang dicetuskan oleh PT. Astra Honda Motor yang kemudian diimplementasikan di sekolahku ini menjadi satu keberuntungan tersendiri untukku. Peduli terhadap keselamatan berkendara di jalan raya menjadi landasanku membuat karya ilmiah.
Aku menyusun karya ilmiahku selama lebih dari seminggu. Melalui observasi, wawancara langsung dan kajian pustaka. Setelah semuanya siap, aku memutuskan janji terlebih dahulu untuk bertemu dengan Kak Herman. Pukul 1 siang. Ari yang merupakan salah satu sahabatku mengantarku ke cabang PT. Astra Honda Motor di Makassar. Aku menemui Kak Herman di kantornya guna menyetor karya ilmiah yang kususun.
Setelah bertatap muka dan berbincang sedikit mengenai karya ilmiah tersebut, Kak Herman menanyakan video karya ilmiahku. Ia menyarankan agar sebaiknya karya ilmiah tersebut dibuatkan video sebagai nilai tambah untuk karya ilmiahku. Aku menerima saran tersebut.
Menjelang musim Ujian Kenaikan Kelas aku disibukkan dengan menyusun video karya ilmiahku. Syahrul merupakan sahabat yang sangat membantuku dalam mendokumentasikan karya ilmiah yang kususun. Bahkan beberapa menit sebelum dan sesudah Ujian Kenaikan Kelas itu berlangsung, ia menyisihkan sedikit waktunya untuk menemaniku melakukan wawancara mula dari Ketua OSIS, Pembina PKS, Ketua PKS dan salah satu guru di Sekolah kami.
Setelah melewati pertarungan menyusun video karya ilmiah yang bertepatan dengan Ujian Kenaikan Kelas dan beberapa rangkaian acara dari Mayor Eventku di OSIS159, video yang berisi rangkaian dokumentasi dan wawancara itupun jadi. Suatu kepuasan tersendiri atas jerih payahku dua minggu belakangan ini.
Siang itu pukul 12 bersama Mitra Muda II OSIS159, Ahmad Zubair aku menuju PT. Astra Honda Motor cabang Makassar untuk mempersentasekan karya ilmiahku. Secercah harap, segenggam doa dan memohon doa restu dari Ibu aku memberanikan diri untuk bertanding.
Pengambilan nomor urut tampil. Tettedettedett… Aku mendapat nomor urut pertama. Ini artinya aku harus mempersentasikan karya ilmiahku lebih awal dari peserta yang lain. Pengalaman pertama dan tampilan pertama. Tak ada pengalaman. Tak ada contoh. Hanya pesan dari Bu Aulia dan Bu Fira yang senantiasa kuingat. “Bismillahirrahmanirrahim”, saatnya persentase.
Waktu lima belas menit untuk persentase kumaanfaatkan dengan baik. Setelah mempersentasekan, aku merasa sedikit lega. Saatnya dewan juri memberikan kritikan, masukan maupun pertanyaan. Aku sadar karya ilmiah yang pertama kali kubuat ini sangat jauh dari kesempurnaan. Aku harus tetap optimis dengan perjuangan yang telah kulakukan. Kritikan dan masukan yang sangat luar biasa dari para dewan juri yang berasal dari karyawan PT. Astra Honda Motor cabang Makassar dan Jurnalis Senior surat kabar terpopuler di Sulawesi Selatan itu banyak memberiku bekal untuk menulis karya ilmiah selanjutnya.
Setelah semua peserta mempersentasekan karya ilmiahnya, kami diberi waktu istirahat sedang dewan juri mengakumulasikan nilai yang kami peroleh. Harap-harap cemas menunggu hasil keputusan dari dewan juri itu kemudian muncul. Aku mengajak Mitra Muda II ku, satu-satunya orang yang menemaniku persentase kala itu untuk shalat Azhar di Mushallah kantor tersebut.
Tibalah waktunya mengumumkan hasil persentase. Kak Herman mulai membaca pemenang kedua. Alangkah terkejutnya aku saat ia menyebut “Firda Amalia H” sebagai pemenang kedua. Syukur Alhamdulillah. Tantangan yang aku anggap sulit, yang aku anggap tidak bisa menyelesaikannya, yang sangat jauh dari kesempurnaan akhirnya membawaku keluar sebagai juara 2. Sedangkan yang mendapat juara 1 adalah Mutiah Faisah HS dari SMA Negeri 4 Makassar.
Piala bercorak merah dengan lambang kebesaran Honda di puncaknya itu sekarang jadi milikku. Ini bukan akhir, tapi awal untuk menuju tantangan yang lebih besar. Juara 1 dan 2, akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti AHMBS 2014. Perjuangan belum berakhir. Membawa nama Sulawesi Selatan dan Sekolahku ke ajang Nasional merupakan suatu kebanggan yang sangat luar biasa.
Setelah lomba tersebut, Kak Herman memberikan aku dan Mutiah sebuah form AHMBS 2014 untuk diisi. Ia juga memberikan arahan dan pembekalan kepada kami. Untuk memperlancar komunikasi, aku dan Mutiah saling bertukar nomor ponsel. Haru dan bahagia terasa jelas di benak kami.
Dua hari selanjutnya, tepat 16 Juni 2014 pukul 12 siang. Aku bersama Mutiah, rekan baruku telah berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Setelah melewati perjalanan satu setengah jam menempuh jalur udara dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, tibalah kami di Ibu Kota tanah air tercinta, DKI Jakarta. Setiba di Bandara, kami dijemput oleh Kakak Panitia AHMBS 2014.
Bersama peserta AHMBS dari Sumatera Barat, Yogyakarta dan lain-lain, Kakak Panitia mengantar kami dengan bus menuju tempat penginapan. Setelah kurang lebih satu jam perjalanan, tibalah kami di Hotel Grand Cempaka. Kami langsung menuju tempat registrasi di Ballroom hotel dan bertemu dengan teman-teman yang berasal dari pelosok Nusantara. Grand Cempaka, di tempat inilah aku akan menginap selama empat malam berikutnya.

Yaaah demikianlah tadi singkat cerita perjalananku menuju AHMBS 2014. Dimulai dari surat yang diberikanku oleh Pembina OSIS di Ruang BK SMA Negeri 1 Sungguminasa sampai ke tempat berlangsungnya kegiatan AHMBS 2014 yaitu di Hotel Grand Cempaka, DKI Jakarta.
Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk membacanya, semoga dapat bermanfaat dan dijadikan inspirasi. Usaha keras takkan mengkhianati.
Wassalamualaikum.